Jumat, 11 Februari 2011

Pembuatan Kopi Luwak, Kopi Indonesia Yang Mendunia

Kopi Luwak adalah kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak.

Kopi ini terkenal di kawasan Asia Tenggara dan telah lama diketahui,namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi setelah publikasi pada tahun 1980-an. Kopi ini jadi terkenal karena di diyakini menurut mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.

Luwak atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. 

Jadi kopi luwak itu bener bener sudah di pilih oleh Luwak itu sendiri dan yang di jadikan kopinya yaitu Biji yang menempel dan keluar dengan kotoran Luwak itu… Kebayang ga sih minum kopi luwak ini sama dengan minum kotoran luwak..

0 
Tapi jangan salah, Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram. Dan di Indonesia sendiri perkilonya bisa mencapai harga 1.5 Juta per kilo.. Wow…. hanya untuk kopi saja.
Biji kopi luwak ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi. Lalu bagaimana proses pembuatan kopi luwak ini ?

Nih Proses pembuatannya :
  

1. Biji Kopi yang sudah matang di pohon, di petik
 
1
  

 
2. Kemudian biji kopi ini di kasi makan ke Luwak
 
  

3. Kotoran yang keluar dari Luwak, di kumpulkan.

Tubuh luwak hanya akan mencerna daging buahnya saja, sementara bijinya nanti akan tetap utuh saat dikeluarkan kembali dalam bentuk feces. Biji kopi yang dicari adalah yang menempel pada kotoran luwak tersebut

4

Secara fisik, biji kopi luwak dan kopi lain bisa dibedakan dari warna dan aromanya. Biji kopi luwak berwarna kekuningan dan wangi, sedangkan biji kopi biasa berwarna hijau dan kurang harum.
  

4. Kotoran itu di bersihkan dan dikeringkan.
Biasanya proses pencucian ini akan berlangsung cukup lama hingga didapatkan biji kopi yang masih terbungkus kulit tanduk yang berwarna putih kekuningan.
 
6


5. Kemudian di Jemur secara alami yaitu di bawah sinar matahari.
Proses pengeringan ini harus benar-benar sempurna untuk memudahkan proses pengupasan kulit tanduk dan untuk mengurangi kadar air yang cukup.

7
  

6. Setelah benar-benar kering biji kopi akan dikupas kulit tanduknya.
Cara tradisional untuk mengupas kulit biji kopi luwak adalah dengan menumbuknya, tidak perlu kuat-kuat, cukup agar kulit terkelupas saja, karena jika menumbuk terlalu kuat maka biji kopi luwak akan hancur / tidak utuh lagi.

8
9


7. Dengan cara manual biji kopi dipilih satu demi satu, untuk memisahkan biji yang berkulit tanduk dan yang terkelupas, hasilnya adalah biji kopi dengan kulit ari yang berwarna perak

10
11
12

Itu secara garis besar pengolahan Kopi luwak, untuk proses yang benar benarnya, tentu saja masih panjang lagi, masih perlu diroasting, giling / grinding.

Kopi ini enaknya tentu saja diseduh, baik dengan cara tradisional yaitu dibuat kopi tubruk, espresso, kopi drip, french press dan sebagainya…..terserah anda.

sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2010/07/pembuatan-kopi-luwak-kopi-indonesia.html#ixzz1Diu6RFYt

Kopi Luwak, Salah Satu Kopi Termahal di Dunia

Kopi luwak atau dalam bahasa Inggris disebut Civet Coffee adalah salah satu kopi termahal di dunia. Kopi ini berasal dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan hewan luwak (Paradoxurus Hermaphroditus), yakni sejenis musang yang dapat kita temukan di Sumatera bagian selatan dan beberapa daerah di Jawa.

Luwak adalah hewan yang senang mengkonsumsi buah-buahan. Salah satu buah kegemaran luwak adalah buah kopi. Namun buah kopi yang dimakan oleh luwak bukanlah buah kopi sembarangan. Luwak memiliki insting yang sangat baik dalam mencari buah kopi pilihan. Di dalam saluran pencernaan luwak, daging kopi dicerna, sedangkan biji kopi terfermentasikan dan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi yang ada di kotoran luwak inilah yang dikumpulkan oleh para petani untuk selanjutnya dibersihkan dan dijadikan minuman kopi luwak yang nikmat.


sumber:
http://www.tunardy.com/kopi-luwak-salah-satu-kopi-termahal-di-dunia/

Apakah Benar Kopi Luwak Haram, ataukah Halal?

kopi luwak halal atau haram
kopi luwak halal atau haram

Jika anda seorang muslim,mungkin anda akan bertanya-tanya apakah kopi luwak termasuk Halal atau Haram.Bagi sebagian besar muslim, Halal adalah syarat mutlak mereka untuk mengkonsumsi suatu makanan atau minuman.Jika suatu makanan atau minuman ternyata diragukan Halal dan haramnya,jangankan menyukainya,mencobanya pun mereka tidak akan mau,Karena jika ternyata kopi luwak tersebut haram,maka ketika mereka mengkonsumi,mereka telah melanggar ajaran agama islam.dan tentunya itu merupakan Dosa. Bagi mereka yang berpendapat kopi luwak itu haram,mereka beranggapan bahwa apapun yang keluar dari dubur adalah haram.Hal itu memang masuk akal sekilas,tapi jika semua hal yang keluar dari dubur itu haram,lalu bagaimana dengan telur ayam?apakah telur ayam juga haram? Continue reading “Apakah Benar Kopi Luwak Haram, ataukah Halal?” »


sumber:
http://kopiluwakmurni.com/

Minggu, 23 Januari 2011

Kedai Kopi Luwak Indonesia

Kopi luwak atau kopi luak (civet coffee) , adalah kopi yang dibuat dari biji buah kopi yang telah dimakan oleh hewan luwak / luak  (Paradoxurus hermaphroditus) , kemudian melewati saluran pencernaan hewan tersebut dan keluar sebagai kotoran. Memang terdengar “menjijikkan” tapi kandungan protein dalam perut luwak membuat kopi matang lebih sempurna dan terfermentasi sehingga rasa yang dihasilkan lebih nikmat dibandingkan kopi biasa.
Kopi luwak diproduksi terutama di pulau Sumatera (Lampung) , Jawa, Bali dan Sulawesi di kepulauan Indonesia, dan juga di Filipina (disebut kopi motit di Cordillera dan alamid kape di daerah Tagalog) serta di Timor Timur ( disebut Kafe-laku).


sumber:
http://kedaikopiluwakindonesia.com/

Penyajian

Metode penyajian dalam menikmati kopi luwak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penyajian kopi pada umumnya. Namun kami menyarankan berdasarkan pengalaman kopi luwak dapat dinikmati dengan menyeduh + 8 grm/150 cc air panas (95 - 98oC). Pergunakan air setelah mendidih supaya cita rasa dapat terjaga dan tidak ikut menguap beserta air mendidih. Pergunakan media cangkir yang berbahan keramik agar dapat menahan dan menjaga panas agar tidak cepat dingin. Kopi luwak akan lebih terasa nikmat bila dihidangkan tanpa gula (black coffe)
Selamat menikmati Kopi Luwak........ 

sumber:
http://www.kopiluwakindonesia.com/kopiluwak.html

Pengusaha Luwak Harus Ganti Proses Mendapatkan Kopi


Ilustrasi (dok okezone)
JAKARTA - Kontroversi haram atau halalnya kopi luwak membuat sejumlah pengusaha luwak menjadi khawatir. Tapi, diharapkan kepada para pedagang kopi luwak untuk bisa mencari cara alternatif mendapatkan kopi luwak.

"Para penjual luwak itu kan besar-besar. Harusnya mereka belajar dari luwak bagaimana cara membuat kopi luwak yang enak dan membuat alat pengganti," kata ahli hukum Islam dari UI, Gemala Dewi saat dikonfirmasi okezone, Selasa (20/7/2010).

Gemala mengharapkan hal itu dilakukan sebagai jalan tengah jika dalam keputusan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menyebutkan kopi luwak adalah haram. "Jadi jangan ambil keuntungan semata dari binatang," ujar Dewi.

Karena menurut Dewi, cara yang dilakukan para pengusaha kopi luwak selama ini sudah mengelabui para konsumen terutama dari kalangan muslim. "Kalau konsumen tau dari kotoran binatang, pasti juga akan jijik," paparnya.

Lantas bagaimana nasib para pekerja kopi luwak? "Mereka tetap bekerja karena yang diubah proses mendapatkan kopi bukan kopi atau usahanya," tandas Gemala singkat.

Kopi luwak memang berbeda dan istimewa karena cara pembuatannya yang terbilang aneh dan maaf "menjijikan". Para petani melepas luwak, yaitu sejenis musang atau civet untuk memakan biji–biji kopi yang matang dan berjatuhan.

Setelah itu, mereka menunggu para luwak tersebut membuang kotoran. Nah, biji kopi yang keluar bersamaan kotoran luwak itulah yang diambil untuk diproses lebih lanjut.


sumber:

http://news.okezone.com/read/2010/07/20/337/354660/pengusaha-luwak-harus-ganti-proses-mendapatkan-

Kopi Luwak : Setumpuk Kotoran Berharga Emas

Luwak
Luwak
Kalau Anda salah seorang penggemar kopi, aneh rasanya kalau belum pernah mendengar kopi luwak. Jenis kopi asli Indonesia ini,  konon merupakan jenis kopi termahal di dunia, bahkan sampai masuk ke Guiness Book of Records. Tidak heran,di pasaran dunia untuk sekilo kopi Luwak, orang harus membayar sekitar 13 juta rupiah. Sadis bukan..? Padahal kalau mendengar tentang proses “pengolahan” kopi Luwak, malah membuat orang jadi berpikir ulang untuk mengkonsumsinya.
Kopi Luwak adalah jenis kopi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang sejenis musang bernama Luwak (Paradoxurus Hermaphrodirus). Kemasyhuran kopi ini telah terkenal sampai luar negeri. Dengan harga yang tentunya selangit. Saat diterbitkannya artikel ini harga kopi luwak telah mencapai 5 kali lipat dari kopi termahal sebelumnya yaitu kopi dengan brand Blue Mountain dari Jamaica.
Di Amerika Serikat, terdapat kafe atau kedai yang menjual kopi luwak (Civet Coffee) dengan harga yang sangat mahal. Kopi yang dikais dari kotoran luwak ini bisa mencapai harga AS$100 per 450 gram di Amerika. Di Hongkong secangkir kopi luwak dapat dibeli dengan harga 300-400 ribu rupiah. Sedangkan di Kota Medan dapat dibeli dalam kemasan 4 ons dengan harga 1,5 juta rupiah. Hanya saja kebenaran kopi yang dijual adalah benar-benar kopi luwak atau bukan, masih dipertentangkan. Khususnya bagi mereka yang mengkonsimsinya di luar Indonesia.
Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran di Indonesia pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang. Binatang luwak senang sekali mencari buah buahan yang cukup baik termasuk buah kopi sebagai makanannya. Biji kopi dari buah kopi yang terbaik yang sangat digemari luwak, setelah dimakan dibuang beserta kotorannya, yang sebelumnya difermentasikan dalam perut luwak.


sumber:

http://triy.wordpress.com/2009/07/20/kopi-luwak-setumpuk-kotoran-berharga-emas/