VIVAnews - Saat akhir pekan, pasti Anda ingin menghabiskan waktu dengan buah hati. Nah, agar akhir pekan ini berkesan bagi buah hati, bagaimana kalau mengajaknya bermain dan belajar di pabrik kopi.
Tidak perlu jauh-jauh, Anda cukup datang saja ke Kidzania. Tempat anak-anak bermain sambil belajar mengenal berbagai macam profesi ini, baru saja membuka tenant baru bekerja sama dengan Kapal Api yaitu Kapal Api - Kidzania Coffe Factory. Acara pembukaan pabrik kopi ini dilaksanakan di Metropolitan Theater, Kidzania Spirit Avenue pada 31 Juli 2009.
Pabrik dirancang mirip dengan seperti pabrik kopi yang dimiliki Kapal Api. Di pabrik seluas 26,57 meter persegi, anak-anak akan diajarkan bagaimana memilih biji kopi yang baik dan berkualitas. Lalu, diajarkan juga bagaimana menggoreng biji kopi hingga penggilingan.
Proses pengolahan biji kopi ini, akan diajarkan baik dengan cara modern yaitu menggunakan mesin dan cara manual tradisional. Dalam pabrik kopi ini, anak-anak akan bekerja selama 20 menit dan akan mendapatkan upah sebesar 10 Kidzos. Mata uang Kidzania ini nantinya bisa digunakan anak-anak untuk membeli makanan.
Anak-anak bisa bermain, belajar dan bekerja secara aktif di pabrik kopi tersebut. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pengalaman langsung dari kehidupan nyata dalam lingkungan tempat kerja yang dirancang persis seperti pabrik kopi. Jadi, segera ajak buah hati Anda untuk belajar mengolah biji kopi menjadi secangkir minuman lezat.
http://id.shvoong.com/social-sciences/1919354-ajak-buah-hati-belajar-membuat/
Kata kopi atau coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.
Sejarah Penyebaran Kopi
Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India. Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau Réunion sebelah timur Madagaskar. Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya.
Kopi Masuk ke Indonesia
Menurut legenda, kopi diawali dari dataran tinggi Ethiopia sekitar tahun 800. Seorang gembala kambing bernama Kaldi, mengamati kambing gembalaannya yang gemar memakan sejenis buah beri yang membuat kambing-kambing tersebut jadi lebih bersemangat untuk beberapa saat. Ia pun mengamati bahwa setelah memakan buah beri tersebut, kambing-kambingnya tidak mau beristirahat maupun tidur pada malam harinya. arena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut.
Tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu merupakan tanaman liar di Ethiopia. Lalu tanaman kopi dari sini dikembangkan di Semenanjung Arab sekitar abad ke-15, yang terkenal menjadi Kopi Arabika . Kopi Arabika saat ini menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi di dunia yaitu mencapai lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India. Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau Réunion sebelah timur Madagaskar. Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya.
Kopi Masuk ke Indonesia
Bangsa Belanda berhasil membudidayakan sekaligus menyebarkan luaskan kopi dari perkebunan di Indonesia, terutama dari tanah Jawa, Sumatra dan Sulawesi.Tanaman eksotis ini menyebar ke negara-negara jajahan Eropa serta ditanam di rumah-rumah kaca maupun perkebunan di seantero Austria dan Belanda. Bangsa Belanda berhasil memperdagangkan kopi ke seluruh pecinta kopi di Eropa secara lebih efisien dibanding para pedagang Arab melalui cara menanam, memanen serta memperdagangkannya ke seluruh pecinta kopi di dataran Eropa.
sumber :
http://aromakopiluwak.wordpress.com/category/artikel-tentang-kopi/
