Minggu, 23 Januari 2011

Kedai Kopi Luwak Indonesia

Kopi luwak atau kopi luak (civet coffee) , adalah kopi yang dibuat dari biji buah kopi yang telah dimakan oleh hewan luwak / luak  (Paradoxurus hermaphroditus) , kemudian melewati saluran pencernaan hewan tersebut dan keluar sebagai kotoran. Memang terdengar “menjijikkan” tapi kandungan protein dalam perut luwak membuat kopi matang lebih sempurna dan terfermentasi sehingga rasa yang dihasilkan lebih nikmat dibandingkan kopi biasa.
Kopi luwak diproduksi terutama di pulau Sumatera (Lampung) , Jawa, Bali dan Sulawesi di kepulauan Indonesia, dan juga di Filipina (disebut kopi motit di Cordillera dan alamid kape di daerah Tagalog) serta di Timor Timur ( disebut Kafe-laku).


sumber:
http://kedaikopiluwakindonesia.com/

Penyajian

Metode penyajian dalam menikmati kopi luwak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penyajian kopi pada umumnya. Namun kami menyarankan berdasarkan pengalaman kopi luwak dapat dinikmati dengan menyeduh + 8 grm/150 cc air panas (95 - 98oC). Pergunakan air setelah mendidih supaya cita rasa dapat terjaga dan tidak ikut menguap beserta air mendidih. Pergunakan media cangkir yang berbahan keramik agar dapat menahan dan menjaga panas agar tidak cepat dingin. Kopi luwak akan lebih terasa nikmat bila dihidangkan tanpa gula (black coffe)
Selamat menikmati Kopi Luwak........ 

sumber:
http://www.kopiluwakindonesia.com/kopiluwak.html

Pengusaha Luwak Harus Ganti Proses Mendapatkan Kopi


Ilustrasi (dok okezone)
JAKARTA - Kontroversi haram atau halalnya kopi luwak membuat sejumlah pengusaha luwak menjadi khawatir. Tapi, diharapkan kepada para pedagang kopi luwak untuk bisa mencari cara alternatif mendapatkan kopi luwak.

"Para penjual luwak itu kan besar-besar. Harusnya mereka belajar dari luwak bagaimana cara membuat kopi luwak yang enak dan membuat alat pengganti," kata ahli hukum Islam dari UI, Gemala Dewi saat dikonfirmasi okezone, Selasa (20/7/2010).

Gemala mengharapkan hal itu dilakukan sebagai jalan tengah jika dalam keputusan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menyebutkan kopi luwak adalah haram. "Jadi jangan ambil keuntungan semata dari binatang," ujar Dewi.

Karena menurut Dewi, cara yang dilakukan para pengusaha kopi luwak selama ini sudah mengelabui para konsumen terutama dari kalangan muslim. "Kalau konsumen tau dari kotoran binatang, pasti juga akan jijik," paparnya.

Lantas bagaimana nasib para pekerja kopi luwak? "Mereka tetap bekerja karena yang diubah proses mendapatkan kopi bukan kopi atau usahanya," tandas Gemala singkat.

Kopi luwak memang berbeda dan istimewa karena cara pembuatannya yang terbilang aneh dan maaf "menjijikan". Para petani melepas luwak, yaitu sejenis musang atau civet untuk memakan biji–biji kopi yang matang dan berjatuhan.

Setelah itu, mereka menunggu para luwak tersebut membuang kotoran. Nah, biji kopi yang keluar bersamaan kotoran luwak itulah yang diambil untuk diproses lebih lanjut.


sumber:

http://news.okezone.com/read/2010/07/20/337/354660/pengusaha-luwak-harus-ganti-proses-mendapatkan-

Kopi Luwak : Setumpuk Kotoran Berharga Emas

Luwak
Luwak
Kalau Anda salah seorang penggemar kopi, aneh rasanya kalau belum pernah mendengar kopi luwak. Jenis kopi asli Indonesia ini,  konon merupakan jenis kopi termahal di dunia, bahkan sampai masuk ke Guiness Book of Records. Tidak heran,di pasaran dunia untuk sekilo kopi Luwak, orang harus membayar sekitar 13 juta rupiah. Sadis bukan..? Padahal kalau mendengar tentang proses “pengolahan” kopi Luwak, malah membuat orang jadi berpikir ulang untuk mengkonsumsinya.
Kopi Luwak adalah jenis kopi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang sejenis musang bernama Luwak (Paradoxurus Hermaphrodirus). Kemasyhuran kopi ini telah terkenal sampai luar negeri. Dengan harga yang tentunya selangit. Saat diterbitkannya artikel ini harga kopi luwak telah mencapai 5 kali lipat dari kopi termahal sebelumnya yaitu kopi dengan brand Blue Mountain dari Jamaica.
Di Amerika Serikat, terdapat kafe atau kedai yang menjual kopi luwak (Civet Coffee) dengan harga yang sangat mahal. Kopi yang dikais dari kotoran luwak ini bisa mencapai harga AS$100 per 450 gram di Amerika. Di Hongkong secangkir kopi luwak dapat dibeli dengan harga 300-400 ribu rupiah. Sedangkan di Kota Medan dapat dibeli dalam kemasan 4 ons dengan harga 1,5 juta rupiah. Hanya saja kebenaran kopi yang dijual adalah benar-benar kopi luwak atau bukan, masih dipertentangkan. Khususnya bagi mereka yang mengkonsimsinya di luar Indonesia.
Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran di Indonesia pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang. Binatang luwak senang sekali mencari buah buahan yang cukup baik termasuk buah kopi sebagai makanannya. Biji kopi dari buah kopi yang terbaik yang sangat digemari luwak, setelah dimakan dibuang beserta kotorannya, yang sebelumnya difermentasikan dalam perut luwak.


sumber:

http://triy.wordpress.com/2009/07/20/kopi-luwak-setumpuk-kotoran-berharga-emas/

Habitat Luwak



Luwak yang suka di kopi
Luwak yang suka di kopi
Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan difermentasikan secara alami. Dan menurut keyakinan, rasa kopi luwak ini memang benar benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.
Beberapa  spesies luwak terdapat di Asia Tenggara, tetapi yang menghasilkan kopi dengan aroma terbaik adalah Luwak Indonesia (Paradoxurus Hermaphrodirus). Species ini berhabitat di Pulau Sumatra dan Jawa.
Secara tradisional petani memungut kotoran luwak di sepanjang Bukit  Barisan dari Padang sampai Lampung , dan dari pegunungan Gayo (Aceh) sampai dengan Bukit Tinggi , serta di lereng Gunung Ijen di Jawa Timur. Di lokasi-lokasi itulah terdapat perkebunan  kopi yang menjadi habitat luwak.
Produksi kopi luwak dari tahun ke tahun semakin merosot , dikarenakan luwak dianggap sebagai hama, atau binatang perusak, karena selain buah kopi,  luwak juga pintar mengkonsumsi buah- buahan yang siap dipanen, seperti : Pisang, Coklat, Pepaya, dan buah segar lainnya. Perilaku yang demikian menjadikan luwak sebagai binatang yang diburu petani.
Pemeliharaan
Harganya yang tinggi membuat orang-orang di Indonesia berusaha mengembangkan usaha kopi luwak dengan cara berternak luwak sekaligus menanam kopi. Hasilnya, timbullah beberapa tempat atau produsen kopi luwak di Sumatera dan Jawa.
Memang tidak gampang dalam memelihara dan mengembangbiakkan binatang luwak tersebut. Dengan pengamatan dan pengalaman dari serangkaian proses percobaan yang panjang, akhirnya binatang tersebut bisa dipelihara dan dikembangbiakkan.
Binatang luwak / musang ( Paradoxurus Hermaphrodirus) termasuk binatang buas (Carnivora ) pemakan daging. Selain itu binatang ini juga menyukai buah – buahan seperti pisang , pepaya , jambu  dan buah kopi.  Karena pemakan daging, binatang ini cenderung berperilaku kanibal bila dikumpulkan dengan luwak yang lebih kecil, karenanya kandang dibuat satu per satu.
Seminggu sekali untuk menambah protein diberi daging ayam dan selama tidak ada buah kopi Luwak diberi makan buah-buahan.  Pada musim kopi , binatang luwak dapat menghabiskan  0,88  -  1,15 Kg kopi glondong per hari.  Buah kopi yang diberikan adalah buah kopi yang masak dan segar. Biji kopi yang dimakan mengalami  proses fermentasi selama +/-12 jam dalam perut luwak yang mengandung berbagai macam enzim. Biji tersebut kemudian keluar bersama kotoran pada proses ekskresi.
Luwak adalah binatang yang suka tinggal di tempat yang bersih. Bahkan ketika membuang kotoranpun luwak memilih tempat yang bersih, misalnya di tanah yang kering, di atas bebatuan, dan di atas batang pohon yang tumbang.  Karenanya, kandang pemeliharaan luwak harus dijaga kebersihannya setiap hari.
Luwak memakan buah kopi  (Cherries). Pada buah kopi yang matang terdapat sejenis aroma yang sangat khas , wangi seperti buah anggur atau buah lechi sehingga disukai oleh luwak. Secara naluri luwak hanya memakan buah kopi yang benar-benar matang  , dan punya aroma khusus.
Buah kopi yang dimakan oleh luwak, diproses melalui sistem pencernaan  dan kemudian dikeluarkan  dalam bentuk kotoran berupa gumpalan memanjang biji kopi yang bercampur lendir.  Kotoran tersebut kemudian diambil biji kopinya, dibersihkan dengan dengan cara mencuci sehingga tersisa biji kopi yang masih utuh. Proses selanjutnya adalah dikeringkan dengan sinar matahari  sehingga menjadi biji kopi luwak.
Proses pengolahan kopi luwak sama dengan pengolahan kopi umumnya. Perbedaannya hanya pada proses giling yang digantikan oleh luwak.  Fermentasi  terjadi di dalam perut luwak. Biji kopi tercampur dengan  enzim – enzim yang ada dalam perut luwak. Suhu dalam perut  yang mencapai >  26O C  membantu proses  fermentasi sempurna.  Kedua keistimewaan  ini menghasilkan aroma dan cita rasa  kopi  luwak   yang enak dan khas  disamping  kelebihan – kelebihan yang lain.
Namun biar bagaimanapun baiknya pengolahan kopi luwak hasil pengembangbiakan, tetap saja orang beranggapan kopi luwak dari hasil fermentasi luwak liar lebih nikmat rasanya. Hingga dipasaran orang cenderung mencari kopi luwak bukan dari peternakan. Meskipun tak jelas kebenarannya.
Kopi luwak telah berulang kali diperlihatkan dalam beberapa film. Misalnya sebuah sinetron hongkong yang menceritakan, perjalanan seseorang dari Indonesia dengan membawa pulang kopi luwak sebagai oleh-oleh bagi rekan kerjanya. Lalu film-film produksi Hollywood yang dibintangi oleh aktor sekelas Jack Nicholson juga pernah mempertontonkan sang aktor meminum kopi luwak.
Hebatnya lagi, kepopuleran kopi asli Indonesia ini sempat menarik minat presenter kelas dunia Oprah Winfrey hingga pada tahun 2003, ia memperkenalkan dan memperagakan cara menyeduh kopi luwak dalam acara reality shownya yang sangat terkenal The Oprah Winfrey Show. Wow,..sebuah prestasi tinggi untuk setumpuk kopi yang keluar dalam bentuk kotoran seekor luwak.


sumber:

http://triy.wordpress.com/2009/07/20/kopi-luwak-setumpuk-kotoran-berharga-emas/

Cara Pembuatan Kopi Luwak

Proses pembuatan kopi luwak. Berikut ini proses cara pembuatan kopi luwak mulai dari pemetikan kopi dari pohon sampai kopi dimakan dan dikeluarkan oleh luwak. Kopi luwak adalah biji kopi matang pohon yang dimakan oleh binatang luwak (Viverridae) dan dikeluarkan berbarengan dengan kotoran binatang tersebut. Dalam pencernaan luwak, biji kopi tetap utuh tidak tercerna karena keras, tetapi mengalami proses pencampuran serta fermentasi dengan makanan luwak lainnya.
Sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan bunga-bungaan, luwak adalah binatang yang pintar memilih makanan yang baik untuknya. Maka, proses fermentasi di dalam pencernaan luwak itulah yang membuat rasa kopi ini berbeda. Aromanya lebih harum serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan spesial.
Simak langsung proses pembuatan kopi luwak tersebut berikut ini.. :)
Pertama, para petani mulai memetik buah kopi yang sudah matang di pohon, yang berwarna merah.
Kedua, setelah buah kopi terkumpul, dipilah lagi yang bagus-bagus saja, soalnya hanya buah kopi matang (warna merah) yang akan disantap musang sebagai makanannya.
Biji Kopi Luwak
Ketiga, luwak dipersilakan memakan buah kopi terbaik yang sudah dipilih oleh para petani tadi. Tubuh luwak hanya akan mencerna daging buahnya saja, sementara bijinya nanti akan tetap utuh saat dikeluarkan kembali dalam bentuk feces.
Dan keempat, inilah bentuk feces luwak yang terkenal itu, seperti sudah disebut di atas, bijinya tetap utuh kan? Secara fisik, biji kopi luwak dan kopi lain bisa dibedakan dari warna dan aromanya. Biji kopi luwak berwarna kekuningan dan wangi, sedangkan biji kopi biasa berwarna hijau dan kurang harum.

Kelima, selanjutnya biji kopi yang tercampur dalam feces, dipisahkan, dikumpulkan, dibersihkan, kemudian dijemur, dan jadilah biji kopi luwak yang terkenal mahal itu. Bisa dipastikan, ini adalah biji kopi terbaik, sebab hanya buah kopi matang yang dipilih musang sebagai makanannya.

Kopi luwak mantap diminum tanpa gula, rasa getir dan aroma kopi pun sangat terasa. Kopi luwak di Jakarta dijual dengar harga sekitar Rp 200.000 per cangkir..


sumber:

http://indoadvert.com/proses-cara-pembuatan-kopi-luwak.html

Jenis-jenis Kopi

Jenis-jenis Kopi

Biji Kopi
Ada dua jenis kopi yang sangat terkenal di dunia, Yaitu Arabika dan Robusta
Meski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya dua spesies pohon kopi tersebut yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia.
Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
Satu jenis kopi yang tidak biasa dan sangat mahal harganya , kopi khas dari Indonesia dinamakan Kopi Luwak . Binatang luwak senang sekali mencari buah buahan yang cukup baik termasuk buah kopi sebagai makanannya. Biji kopi dari buah kopi yang terbaik yang sangat digemari luwak, setelah dimakan dibuang beserta kotorannya, yang sebelumnya difermentasikan dalam perut luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan difermentasikan secara alami. Dan menurut keyakinan, rasa kopi luwak ini memang benar benar berbeda dan spesial dikalangan para penggemar dan penikmat kopi


sumber:
http://aromakopiluwak.wordpress.com/category/artikel-tentang-kopi/